Sejarah Asal Usul Ilmu Mahabbah Dan Mahabbah Cinta

Asalamualaikum para saudaraku yang budiman. Ajaran cinta kasih ternyata tidak hanya milik agama Kristen saja. Nabi Muhammad sendiri yang notabene pembawa agama Islam diutus oleh Allah untuk membawa misi sebagai kasih sayang bagi alam semesta (rahmah lil ‘alamin). Kemudian, asal usul ilmu mahabbah sendiri disebutkan dalam tasawuf. Yang menyebutkan bahwa salah satu bentuk pemahaman dalam Islam telah memperkenalkan betapa ajaran cinta (mahabbah) menempati kedudukan yang tinggi. Hal itu terlihat dari bagaimana para ulama sufi, seperti al-Ghazali, menempatkan ilmu mahabbah sebagai salah satu tingkatan puncak yang harus dipelajari.

Lantas, Apa itu Ilmu Mahabbah?

Seperti yang saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Bahwa ilmu mahabbah adalah usaha seseorang untuk mempelajari ilmu agar dicintai banyak orang secara mendalam.

Ilmu mahabbah sendiri memiliki dasar dan landasan ilmu pembelajaran, baik di dalam Alquran maupun Sunah Nabi SAW. Hal ini juga menunjukkan bahwa ajaran tentang cinta khususnya merupakan jati diri dan tidak mengadopsi budaya asing.

Seperti pada surat Al Imran 31: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

Nah, dengan ilmu inilah kita bisa memperoleh keberkahan hajat yang ingin kita dapatkan.

Asal Usul Ilmu Mahabbah

Awal mula ilmu ini disebarkan oleh para sahabat Rasullullah. Kemudian sampailah ajaran ilmu ini disebarkan oleh Syekh Abdul Kadir Al Jailani, terus turun temurun sampai ke para wali dan akhirnya bisa kita pelajari saat ini. Itulah proses penyebaran ilmu yang merupakan asal usul ilmu mahabbah di negara kita ini.

Dengan mengetahui asal usul ilmu ini, kita bisa tahu tentang siapakah yang mengajarkan keilmuan yang sangat bermanfaat ini.

Asal Usul Ilmu mahabbah

Itulah yang menjadi asal usul ilmu mahabbah yang bisa kita ilhami manfaatnya sampai sekarang ini. Semoga apa yang sampaikan menjadikan Anda umat yang semakin pandai dalam bersikap. Sehingga Anda semakin pintar mempelajari ilmu yang ada di dunia ini, khususnya ilmu mahabbah ini. Terima kasih, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.